Gereja


1. Gereja Kristen Pasundan Cirebon


Gedung Gereja Kristen Pasundan Cirebon ini merupakan Benda Cagar Budaya lainnya yang terletak di Jl. Yos Sudarso, berada diantara Gedung Bank Indonesia dan Gereja Santo Yusuf, sederet dengan gedung yang disebut terakhir. Gedung Gereja Kristen Pasundan Cirebon ini lokasinya berada di pojok Jl. Yos Sudarso No. 10 dengan sebuah jalan kecil, dan foto diambil dari jalan kecil itu.

Papan nama yang menunjukkan status gedung Gereja Kristen Pasundan Cirebon sebagai Benda Cagar Budaya, serta tahun 1788, yang merupakan perkiraan tahun pembuatan gedung Gereja Kristen Pasundan Cirebon itu.

Bangunan Gereja Kristen Pasundan Cirebon ini berbentuk segi enam simetris dengan puncak mengerucut. Di samping pintu masuk terdapat sebuah pelat tembaga bertulis huruf berbahasa Belanda menempel dinding, yang sepertinya menunjukkan pemilik rumah sebelumnya, serta tahun pembuatan gedung ini.

Sayang tidak ditemukan catatan sejarah tentang kepemilikan dan pemakaian Gedung Gereja Kristen Pasundan Cirebon ini, serta siapa arsitek pembuatnya. Gereja Kristen Pasundan sendiri adalah sebuah Gereja yang tumbuh kembang di Pulau Jawa bagian barat, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Gereja ini resmi berdiri pada 14 November 1934 dengan Rad Ageng (Majelis Besar) pertama diketuai oleh Penginjil J. Iken dari Nederlandse Zendelings Vereeniging (NZV) dari Belanda, penulis D. Abednego, dan bendahara Tan Goan Tjong.

 

1. Gereja Santo Yusuf  Cirebon


Gereja Santo Yusuf di kota Cirebon adalah salah satu dari sekian banyak gedung tua yang telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Kota Cirebon. Gereja Santo Yusuf Cirebon ini kami kunjungi setelah selesai memotret Gedung Bank Indonesia Cirebon, yang jarak keduanya hanya beberapa puluh meter saja dan letaknya masih berada di jalan yang sama, Jl. Yos Sudarso.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Corebon cukup rajin untuk membuat papan penanda status Cagar Budaya, dengan bentuk dan format kalimat seperti tampak pada foto di atas. Selain nama, juga disebutkan pada papan itu perkiraan tahun pembuatan Gereja Santo Yusuf Cirebon, yaitu 1878.

Gereja Santo Yusuf Cirebon ini merupakan bangunan gereja katolik yang tertua di Jawa Barat, sebelum dibangunnya gereja di wilayah Bandung dan Jawa Barat. Bangunan aslinya hanya tinggal pada bagian depan saja, sedangkan bagian lainnya merupakan bangunan yang ditambahkan kemudian.

Sebuah tulisan pada dinding depan Gereja Santo Yusuf Cirebon yang berbunyi “Ludovicus Theodores Gonzales, Commendator Ordinis Equestris S.Gregorii Magni, Hoc Templum Dei Aedificcavit, Anno DNI MDCCCLXXX”.
Tahun 1880 (=MDCCCLXXX) adalah tahun peresmian Gereja Santo Yusuf Cirebon, yang sebelumnya berupa Stasi yang dibangun pada 1878 dengan Pastor A.v. Moorsel SJ, sebagai pastor stasi.

Sayang sekali pintu Gereja Santo Yusuf Cirebon tertutup rapat ketika kami datang ke tempat itu. Satpam yang bertugas tidak dapat membantu kami untuk bisa masuk ke dalam gedung Gereja Santo Yusuf Cirebon. Ketika kemudian seorang pengurus Gereja Santo Yusuf Cirebon datang pun kami tetap tidak bisa masuk ke dalam, dan hanya bisa berbincang di halaman gereja di bawah sebuah pohon rindang, di dekat pos penjagaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: