Bandara


1. Bandar Udara Nusawiru

Bandar Udara Nusawiru adalah bandara perintis terletak di pantai selatan Kabupaten Ciamis. Keberadaannya adatah sebagai penunjang kepariwisataan Kabupaten Ciamis umumnya dan Pangandaran khususnya, sehingga diharapkan dapat lebih berkembang dengan dimungkinkannya jalur penerbangan ke daerah tersebut.

Pada kenyataanya, sejak diresmikannya Bandara Nusawiru pada Agustus 1996, pefrnintaan akan transportasi udara tidak menggembirakan. Penyebab utamanya adalah krisis moneter yang menimpa Indonesia pada pertangahan 1997 yang membawa kejatuhan sektor pariwisata. Penerbangan yang kemudian tercatat hanyalah penerbangan latihan yang ditakukan oleh FASI maupun mititer serta penerbangan carter yang dikategorikan sebagai penerbangan tak terjadual.

Namun sejak pertengahan 1999, dampak krisis moneter memang masih terasa namun kecenderungan positif pada sektor pariwisata dan sektor lainnya mulai nampak. Sehingga pada tahun 2000 dan 2001 memang benar tercatat bahwa perrnintaan akan transportasi udara meningkat kembali.

Pemerintah daerah bersama katangan akademisi menilai, bahwa potensi yang cocok untuk dikembangkan adalah agrobisnis dan pariwisata. Kondisi geograf is yang sebagian besar berupa perbukitan, mendukung kedua potensi tersebut. Ditambah lagi dengan keberadaan pantai selatan yang mempunyai daya tarik wisata yang sudah cukup dikenal terutama di dalam negeri terutama Pantai Pangandaran.

Berangkat pada kesadaran untuk mengembangkan sektor pariwisata, yang sudah tentu membutuhkan sarana pendukung berupa jaringan transportasi yang baik, maka dipertukan suatu tangkah untuk mengkaji pengembangan sarana dan prasarana transportasi yang sudah ada, termasuk di dalamnya adatah Bandara Nusawiru.

Setelah kajian pengembangan Bandara Nusawiru, terutama dari segi teknis, dilakukan, maka dapat diambil kesimputan bahwa pada tahun 2011 nanti, Bandara Nusawiru mempunyai potensi pergerakan penumpang sebanyak 78.454 prang (terjaduat). Dari segi ketayakan teknis, dengan pesawat rencana B-737-200, Bandara Nusawiru layak untuk dikembangkan. Sehingga diambit kesimpulan, sebelum melihat kelayakan ekonomisnya, Bandara Nusawiru layak untuk dikembangkan.

 

2. Bandar Udara Penggung


Berada di bandara Penggung (Cakrabhuwana) memiliki nuansa tersendiri, bandara ini kecil, namun saat saya berada di kawasan ini rasanya lebih mengasyikkan daripada di bandar udara Internasional yang besar dan hingar bingar.

Banyak sekali hal-hal yang menarik dapat jumpai di lapangan udara yang sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang ini, landasan sepanjang 1400 meter dengan azimuth 04-22 terletak tepat di kaki gunung Ciremai dan bandar udaranya sendiri terletak sekitar 6 km dari pusat kota Cirebon. Apron dan bangunan yang bentuknya cukup unik berdiri sejak tahun 1952 dan dimiliki oleh TNI-AU, dahulu sebelum terminal, tower, dan apron sipil yang dibangun tahun 1987 dan diresmikan tahun 1992 di sebelah barat bandara, seluruh operasi penerbangan baik sipil maupun militer dilakukan di apron kecil dan hanggar TNI-AU ini.

Bandara Penggung ini tidak beroperasi 24 jam, sore hari bandara ini tutup karena bandara ini tidak memiliki lampu pada landasannya. Pada hari Minggu, bandara ini betul-tutup dari pagi hingga sore, sehingga pada Hari Minggu digunakan oleh para anggota club aermodelling kota Cirebon yang jumlahnya cukup banyak.

Semenjak Merpati menghentikan penerbangan reguler nya ke Cirebon, lapangan udara ini menjadi sepi, namun semenjak sekolah penerbangan mulai menjamur belakangan ini, bandara ini kembali sedikit bernafas, sekolah saya menjadikan tempat ini sebagai satelite training base bagi siswa penerbangnya lantaran makin tidak efektifnya Bandara Halim Perdanakusuma untuk belajar terbang. Sekolah penerbangan lain seperti Aeroflyer, Nusa Flying School dan Deraya, kerap kali singgah dibandara ini untuk transit saat mereka melakukan penerbangan cross country. Tak heran saat ini pesawat yang mendominasi bandara ini adalah pesawat Cessna 172 milik Alfa Flying School, Aeroflyer, Nusa Flying School juga helikopter Bell 205-A1 milik TNI-AD.

 

3. Bandar Udara Husein Sastranegara


Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Selain untuk melayani masyarakat, bandara ini juga merupakan salah satu pangkalan angkatan udara TNI. Jika dilihat di peta maka bandara umum akan terlihat di sebelah barat selatan dan militer di kanan barat selatan. Di sebelah utara landas pacunya dapat terlihat hanggar-hanggar milik P.T

Keberangkatan Domestik

Pesawat yang mendarati Bandar Udara Husein Sastranegara:

Keberangkatan Internasional

Maskapai Yang sudah Tidak Beroperasi Lagi

Transportasi Darat

Bus

Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat yang dapat mengantarkan penumpang ke Terminal Bandung dengan biaya Rp 15.000,-. Pada bulan November 2006, sistem transportasi bus baru tersebut mulai dioperasikan.

Taksi

Taksi Primkopal Husein Sastranegara memberlakukan tarif tetap ke berbagai macam tujuan di kota Bandung dan daerah sekitarnya termasuk Bogor, Depok, Cimahi, Sukabumi. Berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia, hanya Taksi Primkopal Husein Sastranegara yang diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang. Tiket taksi dapat dibeli di loket di pintu keluar bandara baik domestik atau internasional. Bagaimana pun juga, seluruh taksi diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang menuju bandara.

Selain taksi resmi, seperti bandara di Indonesia lainnya.

Angkutan Kota

Angkutan kota yang dikenal juga dengan angkot (di Bali lebih dikenal dengan sebutan “Bemo” walaupun tidak beroda tiga) tersedia setiap saat menuju ke terminal umum. Angkot merupakan alternatif transportasi paling ekonomis.

Sewa Mobil

Bandara ini juga menyediakan sewa mobil dari operator lokal dan internasional, meliputi: TRAC, Avis, Thrifty, dan Hertz.

Data Bandara

Kelas:Domestik Dan Internasional

Luas Bandara 145 Ha

Jarak Dari Kota:5km Dari Pusat Kota Bandung

Parkir Kendaraan Di Bandara Husein Sastranegara:Luas 9,150 m.Kapasitas 100 Kendaraan

Terminal Penumpang:Kapasitas Bandara 360,858 org/thn

Alamat:Jl.Padjajaran.No.156,Bandung,Jawa Barat,40174

Frekuensi Radio Komunikasi:Husein Sastranegara ATC Tower

 

Sejarah

Pesawat pembom Martin B-10 ML-KNIL (Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia-Belanda) di Andir (tahun 1937).

Bandar udara Husein Sastranegara dibangun Belanda di masa kolonial, di desa Andir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: